Menurut Robert Slavin dalam Miftahul Huda

Menurut Robert Slavin dalam Miftahul Huda (2013:200), Team-Assisted Individualization (TAI) merupakan sebuah program pedagogic yang berusaha mengadaptasikan pembelajaran dengan perbedaan individual siswa secara akademik. Tujuan TAI adalah untuk meminimalisasi pengajaran individual yang terbukti kurang efektif dan juga untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, serta motivasi siswa dengan diskusi kelompok. Model pembelajaran ini akan membuat siswa menjadi lebih aktif dalam menganalisis sebuah permasalahan sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Menurut Isjoni (2012:15) mengemukakan, “in cooperative learning methods, students work together infour member teams to master material initially presented by the teacher”. Dari uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dengan sistem bekerja bersama dalam kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar.
Slavin. Leavy dan Madden dalam Shlomo Sharan (2012:33) mengungkapkan bahwa TAI terutama dirancang untuk kelas enam, tetapi juga digunakan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi (sampai pada tingkat perguruan tinggi) pada kelompok-kelompok siswa yang tidak siap mengikuti pelajaran yang sesungguhnya. Cara ini hampir selalu digunakan tanpa bantuan, sukarelawan atau asistensi lainnya. Unsur utama dari TAI adalah kelompok, ujian penempatan, materi kurikulum, metode belajar kelompok, skor kelompok dan penghargaan kelompok.
Menurut Robert E. Slavin (2009:190-191) TAI dirancang untuk memuaskan criteria berikut ini untuk menyelesaikan masalah-masalah teoritis dan praktis dari sistem pengajaran individuali:
a. Dapat meminimalisir keterlibatan guru dalam pemeriksaan dan pengelolaan rutin
b. Guru setidaknya akan menghabiskan separuh dari waktunya untuk mengajarkelompok-kelompok kecil.
c. Operasional program tersebut akan sedemikian sederhananya sehingga para siswa di kelas tiga ke atas dapat melakukannya.
d. Para siswa akan termotivasi untuk mempelajari materi-materi yang diberikan dengan cepat dan akurat, dan tidak akan bisa berbuat curang atau menemukan jalan pintas.
Miftahul Huda (2013:200), sintak pembelajaran TAI mencakup tahapan-tahapan konkret dalam melaksanakan program tersebut diruang kelas.
a. Tim. Dalam TAI siswa dibagi ke dalam tim-tim yang beranggotakan 4-5 orang, sebagaimana dalam STAD dan TGT.
b. Tes Penempatan. Siswa diberikan pre-test, mereka ditempatkan pada tingkatan yang sesuai dalam program individual berdasarkan kinerja mereka pada tes ini.
c. Materi. Siswa mempelajari materi pelajaran yang akan didiskusikan.
d. Belajar kelompok. Siswa melakukan belajar kelompok bersama rekan-rekannya dalam satu tim.
e. Skor dan Rekognisi. Hasil kerja siswa di-score di akhir pengajaran, dan setiap tim yang memenuhi criteria sebagai “tim super” harus memperoleh penghargaan (recognition) dari guru.
f. Tes fakta. Guru meminta siswa untuk mengerjakan tes-tesnya untuk membuktikan kemampuan mereka yang sebenarnya.

2. Kemampuan Representasi Matematis
Kemampuan representasi matematis adalah kemampuan menyajikan kembali notasi, simbol, tabel, gambar, grafik, diagram, persamaan atau ekspresi matematis lainnya ke dalam bentuk lain. Representasi matematis terdiri atas representasi visual, gambar, teks tertulis, persamaan atau ekspresi matematis. Adapun indikator kemampuan representasi matematis disajikan sebagai berikut.